Disaat ku tak berjalan
Menanti di balik dunia yang berputar
Menanti hadirnya matahari terang
Di balik hujan yang mengejarmu
Selalu berjalan
Disaat mesir berjasa
Ataupun dewa Zeus tak berhinggap di telinga sekalipun
Terang berganti gelap
Dua sejoli yang bersamapun
Akan hilang ditelan maut
Raut wajah menyala
Bunga merekah bagai jiwa suci bayi
Meskipun itu semua dilalui
Kau tak pernah datang kembali
Menyambutku
Kini kurasakan apa yang terjadi
Air berhenti mengalir
Api tak menghasilkan bekas
Kurasakan kau pergi
Selamat tinggal, hati indah yang punah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar